Kegiatan


FKPT LAMPUNG BERI PENCERAHAN BERAGAMA YANG DAMAI UNTUK NAPI TERORIS WANITA

Bandar Lampung: Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung memberikan pencerahan kepada Nurhasanah (28), narapidana terorisme di Lapas Wanita Way Hui pada Rabu, 26 Agustus 2020. Nurhasanah adalah suami dari bom pengantin di Mako Brimob, beberapa waktu lalu.
 
FKPT Lampung dalam hal ini yang ditugaskan memberikan pencerahan adalah Kabid Perempuan dan Anak, Endang Irawati, SE, M.Si., Kabid Agama, Sosial Budaya, H. Wasril Purnawan, M.Si., dan Ferrari Khadafi, M.H., didampingi Dr. Hamdun Bidang Urais Kementerian Agama Provinsi Lampung. 
 
Kedatangan tim FKPT disambut baik oleh Kasi Binadik Lapas Perempuan Way Hui, Rini Legitasair, dan Pengelolaan Pembinaan Kepribadian Lapas Perempuan, Leni. 
 
Rini Legitasair menyampaikan kondisi Nurhasanah saat ini dalam keadaan baik dan sudah  lima bulan di Lapas Way Hui, serta sudah mau membaur dengan warga binaan lainnya.
 
“Nurhasanan sudah mau upacara bendera, nurut dan mau berubah menjadi lebih baik, serta mengikuti kegiatan-kegiatan lapas lainnya seperti ketrampilan menjahit untuk souvenir tapis Lampung dan masker tapis Lampung”, ungkap Rini. 
 
Ia juga menyatakan, pada waktu acara 17 Agustus kemarin juga, Nurhasanah ikut menikmati Lomba lomba seperti kelereng, makan krupuk, sarung berantai, dan lomba senam. Pada 1 Muharram kemarin, Nurhasanah meraih juara dua lomba tahfiz juz 30. 
 
“Nurhasanah ingin cepat-cepat keluar dari lapas. Ingin membahagiakan orang tua, mendidik anak, dan berubah hidup lebih baik. Hanya saja, saat ini terkendala kesehatan. Di telinganya terdapat tumor. Bulan Oktober tahun lalu sudah dioperasi di Jakarta, dan sekarang masih terasa sakit, sampai ke kepala dan kadang susah berbicara/membuka mulut, mungkin bisa menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu penanganan kesehatan Nurhasanah,” ujar Rini.
 
Nurhasanah, saat ditemui menyatakan dirinya menyesal telah melakukan tindakan terorisme. Ia mengakui malu telah melakukan tindakan tersebut.
 
“Saya merasa sedih, stress dan tidak enak. Saya malu telah melakukan tindakan terorisme. Saya takut tidak diterima di masyarakat. Saya akan berubah. Saya mengikuti segala aturan, termasuk di lapas ini. Saya mengakui, perbuatan saya ketika itu adalah salah,” ungkap Nurhasanah.
 
Menanggapi hal itu, Kabid Perempuan dan Anak, Endang Irawati, SE, M.Si., memberikan semangat kepada Nurhasanah. “Tetap semangat ya. Alhamdulillah sudah berubah dan mengakui kesalahan masa lalu. Semangat membuat keterampilan tapisnya. Sehingga jikalau sudah selesai dan keluar, bisa menjadi designer hebat”. 
 
Sementara itu, Kabid Agama, Sosial Budaya, H. Wasril Purnawan, M.Si., memberikan wawasan terkait ajaran Islam yang damai, Indah, dan rahmatan lil alamin. Sekaligus memberikan buku dan bahan bacaan agama yang berwawasan kebangsaan. “Sehingga menambah wawasan agama Nurhasanah dengan baik dan benar, bahwa Islam itu damai. Indonesia itu beragam dan cinta damai”, ujar H. Wasril.
 
Setelah selesai bertemu dengan narapidana terorisme, tim FKPT Lampung berpesan kepada pihak Lapas agar selalu waspada dalam menangani napi terorisme. Jangan sampai lengah. Sentuh hatinya dengan penuh kasih sayang.  (fkpt/lpg)