Kegiatan


Seleksi Penerima Beasiswa LPDP Diperketat Untuk Mencegah Paparan Radikalisme

Jakarta, FKPT Center - Pemerintah akan memperketat proses seleksi kepada penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini untuk menekan potensi paparan radikalisme.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Sartono, menyampaikan hal ini pada acara Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan 160 di kantornya, Rabu (11/3/2020). Peserta yang memiliki kecenderungan terpapar radikalisme ke depan dipastikan tidak akan lolos seleksi.

"Kalau ada yang seperti itu (terpapar radikalisme, Red.), pasti nggak akan dapat," ujar Agus.

Agus menambahkan, para penerima beasiswa LPDP diminta  fokus belajar untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Bagi yang sudah dinyatakan lolos, dia meminta agar tidak pernah bergabung dengan organisasi terlarang, terlebih memiliki keinginan mengusung khilafah untuk pendirian negara.

"Kalian adalah calon pemimpin republik ini di masa depan," tegas Agus.

Lebih jauh Agus juga mengatakan, generasi penerima beasiswa  LPDP bukan untuk memperdebatkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dengan ajaran agama, melainkan meyakininya sebagai dasar negara. "Pancasila dirumuskan tokoh agama dan finished. Bagaimana para ulama waktu itu merumuskan agama. Jangan punya pikirkan negara khilafah,” tandasnya.

Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban, pada kesempatan yang sama mengatakan, pengetatan seleksi penerima beasiswa dijalankan di antaranya melalui pembekalan tentang hak dan kewajiban dalam bernegara.

"Manakala terjadi hal seperti itu, kalau masih kuliah kita peringatkan, kita ambil tindakan. Tapi kalau yang bersangkutan sudah menjadi alumni, kalau melanggar kesepakatan salah  satunya itu seharusnya dia pulang tapi enggak pulang, kita tuntut ganti rugi. Bersangkutan mengembalikan (uang beasiswa)," kata Rionald.

Penerima beasiswa LPDP Angkatan 160 sebanyak 206 orang yang akan menempuh pendidikan doktoral dan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI). Rinciannya adalah 79 mahasiswa magister dalam negeri, 57 mahasiswa magister luar negeri, 42 mahasiswa doktoral dalam negeri, 18 mahasiswa doktoral luar negeri, dan 10 dokter specialis. 

Sumber : fkptcenter.or.id