Kegiatan


Membumikan Toleransi di Bumi Lampung, FKPT Kawal Program Kerja Rakernas 2020

Bandar Lampung – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di daerah terus membumikan toleransi di tengah masyarakat, melalui sejumlah kegiatan sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. 
 
Upaya pencegahan radikal terorisme tidak hanya dari BNPT, FKPT, tapi melibatkan banyak pihak, termasuk dari unsur masyarakat. Hal itu sesuai dengan program kerja FKPT 32 Provinsi se-Indonesia yang diputuskan dalam Rakernas FKPT di Jakarta, pada Februari 2020 lalu.
 
Menindak lanjuti program kerja Rakernas FKPT, Kamis (12/03/2020), bidang perempuan dan anak FKPT Provinsi Lampung menggelar kegiatan literasi pelibatan perempuan sebagai agen perdamaian. 
 
Kegiatan ini dihadiri sekitar 120 orang dari berbagai unsur masyarakat. Pemateri dari BNPT, FKPT dan Polda Lampung, di Hotel Raden Intan, Natar, Lampung Selatan, Kamis pagi. Rencana kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Hj. Chusnunia Chalim.
 
Ketua Bidang perempuan dan anak FKPT Provinsi Lampung, Irawati SE, M.Si mewakili Ketua FKPT Lampung Irwan Sihar Marpaung mengatakan, 120 perserta kegiatan itu masing-masing dari ormas wanita. Di antaranya, BKOW, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiah, MATAKIN, Wanita Hindu,  wanita Khatolik, LSM Damar, Majelis Taklim, Pokdar Kamtibmas, Lembaga Perlindungan Anak, Ibu Bhayangkari, dan organisasi wanita lainnya.
 
Ada tiga nara sumber, dari BNPT Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.HI, dari Polda Lampung Dir Intelkam Kombes Pol. Amran Ampu Lembang, dan satu lagi dari pusat Maria Ulfa, M.A, M.Hum.
Endang mengatakan, saat ini terorisme bukan hanya dilakukan oleh laki-laki, namun juga kaum perempuan. Contoh, pengeboman gereja di Surabaya, pelakunya satu keluarga (Suami, istri dan anak).
 
Perempuan terpapar radikal melalui kajian-kajian, pengaruh dari suami, juga bahan bacaan dari berita-berita yang disebarkan melalui media-media komunikasi dan informasi misalnya media online, cetak, dan media-media lainnya yang dibuat oleh kelompok-kelompok radikal untuk memperluas penyebaran paham-paham kelompoknya. “Peran perempuan sangat vital, sebagai pendidik anak dalam keluarga. Sebagai agen perdamaian,”ujar Endang, Selasa (10/03/2020).
Literasi Pelibatan perempuan sebagai agen perdamaian, sambungnya, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat khususnya perempuan mengenai terorisme di Indonesia. Meliputi, ancaman, kerawanan, hingga pertumbuhannya, sebagai bagian dari kewaspadaan bersama dalam upaya pencegahan terorisme.
 
“Mendorong masyarakat khususnya para perempuan untuk lebih bijaksana dalam memahami kondisi terkini dan fakta di lingkungan sekitar, sehingga dapat mengaplikasikan pemahamannya kepada keluarga dan lingkungan terdekat sebagai daya cegah dan tangkal terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme,”kata Endang lagi.
 
Pada bidang lain, BNPT juga menggelar  lomba menulis tentang terorisme dengan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah.
Lomba ini diselenggarakan khusus untuk kalangan jurnalistik, yakni wartawan dan pers Kampus. Ketua bidang media Massa, Hukum dan Humas FKPT Provinsi Lampung, Donald Harris Sihotang,SE, MM, mengatakan, ketentuan naskah yang dilombakan adalah karya indepth reporting dan sudah terbit di media massa cetak mapun online.
 
“Syarat naskah minimal 5.000 karakter, deadline-nya pada tanggal 12 November 2020”ujar Donald Sihotang yang juga Dirut media Kupas Tuntas grup ini, Selasa  (10/03/2020).
 
Tema lomba jurnalistik BNPT, yakni mencegah dan menghadapi aksi radikal terorisme, yang terdiri dari beberapa sub tema. Pertama, pengungkapan potensi dan atau jaringan radikal terorisme, dua Pengungkapan jaringan bisnis terkait radikal terorisme, tiga perjuangan penyintas dalam menghadapi hidup pasca aksi terorisme, ke empat kerja nyata kelompok masyarakat atau individu dalam merawat kearifan lokal, toleransi dan keberagaman. “Untuk informasi lebih lanjut bisa buka di www.fkptcenter.or.id,”ungkapanya. 
 
Selain kegiatan lomba jurnalistik, BNPT, melalui FKPT Lampung juga akan menggelar kegiatan literasi informasi dalam pencegahan terorisme di masyarakat pada tanggal 7-9 April 2020 di Bandar Lampung. Kegiatan ini akan menghadirkan peserta dari Banbinsa, Babinkantibmas, Humas pemda, Humas Polri, wartawan, penggiat media sosial, para tokoh, dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
 
“Ada beberapa sesi kegiatan yang akan kita adakan, tentang upaya pencegahan aksi terorisme, Acara ini kita kemas dengan apik, dengan judul ngopi coi,”kata Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batak Provinsi Lampung itu.
 
Materi-materi yang disampaikan,  diharapakan membuka wawasan bersama, dalam upaya menangkal paham radikal terorisme di masyarakat. Pada tahun yang sama, bidang lain FKPT, juga akan melakukan kegiatan serupa dalam upaya menangkal paham radikal terorisme di masyarakat.  
 
Ketua FKPT Lampung, Irwan Sihar Marpaung, saat memimpin rapat koordinasi Program kerja FKPT tahun 2020, Kamis (27/02/2020), yang dihadiri seluruh Kabid dan satgas FKPT masa bakti 2020-2022, meminta para pengurus FKPT agar maksimal menjalankan semua program yang sudah ditetapkan oleh BNPT pada tahun 2020. 
 
Selain itu, dalam upaya mencegah radikalisme dan terorisme, mantan Danrem 043 Gatam Lampung ini juga meminta para pengurus agar tidak hanya berpatok pada program kerja yang sudah ada. 
 
“Setiap ada kesempatan, berikan pemahaman, lakukan kerja-kerja melawan radikalisme. Kita harus terus berjuang menurunkan angka potensi radikalisme di daerah ini,”ujarnya. Untuk diketahui, FKPT adalah mitra yang dibentuk oleh BNPT. Tujuannya, agar terjalin sinergisitas dalam upaya pencegahan terorisme di daerah, melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah daerah. 
 
Sumber : kupastuntas.co