Kegiatan


FKPT Lampung: Waspada Penyebarluasan Paham Radikal Terorisme melalui Kajian Agama

Lampung Selatan, FKPT Lampung - BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) berulangkali menyampaikan tidak ada korelasi apapun antara paham radikal terorisme dengan ajaran agama. Akan tetapi potensi penyebarluasannya melalui kajian agama diakui ada,  dan diminta untuk diwaspadai.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris FKPT Lampung, Herdaus saat memberikan sambutan di pembukaan kegiatan Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme di Natar,  Lampung Selatan, Kamis (12/3/2020). Pada kegiatan yang dihelat oleh BNPT dan FKPT Lampung tersebut, dia menyebut penyebarluasan paham radikal terorisme melalui kajian agama dilakukan oleh oknum yang menyalahgunakan agamanya.

"Keterlibatan perempuan di terorisme biasanya karena pengaruh suami dan kajian-kajian keagamaan, baik ofline maupun online. Jadi ibu-ibu waspada  jika mengikuti kajian, pastikan materinya tidak mengajarkan radikalisme dan terorisme," kata Herdaus.

Pada kegiatan yang diikuti oleh 124 peserta dari berbagai elemen organisasi kewanitaan di Lampung tersebut, Herdaus mengungkap kenapa kaum ibu menjadi sasaran untuk diberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme dan terorisme. "Sekarang perempuan tidak hanya jadi pendukung di aksi terorisme, tapi sudah ada yang jadi pelaku.  Jadi penting bagi kami mengajak ibu-ibu semua untuk selalu waspada," tandasnya.

Melalui kegiatan ini Herdaus mengatakan, BNPT dan FKPT Lampung ingin kaum ibu paham bagaimana mengenali potensi penyebarluasan paham radikal terorisme dan cara mengatasinya.

"Termasuk bagaimana menjaga anak-anak kita, karena mereka juga memiliki kerentanan yang sama terpapar paham radikal terorisme. Peran ibu di rumah tangga sangat vital, karena itu ibu harus paham bagaimana mendidik anak-anak dan menjaga dirinya sendiri agar tidak terpapar radikalisme dan terorisme," pungkas Herdaus.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, pada kesempatan yang sama menekankan pentingnya kaum ibu menjaga komunikasinya dengan suami dan semua anggota keluarga. Ia mengingatkan, terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang  tidak hanya mengakibatkan korban luka dan jiwa, melainkan juga merusak peradaban manusia dan mengakibatkan gangguan stabilitas keamanan negara.

"Karena itu semua pihak harus terlibat pada upaya pencegahan terorisme, tak terkecuali kita kaum ibu," ujar Andi Intang.

Dalam sambutannya Andi Intang juga berharap agar perempuan-perempuan di Lampung yang menjadi peserta kegiatan dapat meneruskan materi yang diperoleh ke komunitasnya masing-masing. Semakin luas sebaran informasi terkait kewaspadaan terhadap potensi terorisme, akan mempersempit ruang gerak pelaku melakukan aksinya. [shk/shk]